Take your chance, reach your dream!

Hari ini saya bersyukur masih memiliki teman yang bisa saya ajak berdikusi dan berbicara tentang hal apa pun tanpa harus merasa malu dan menutupi. Seolah kami menjadi penutup dan penjaga satu sama lain. Kami saling mendengarkan, saling mendukung, dan saling menguatkan, bahkan saling mengingatkan. Alhamdulillah. Saya bersyukur masih diingatkan, dikhawatirkan, dan dirindukan. Teman baik adalah anugrah terindah dari Allah.

“Kamu akan mendapatkan apa yang kamu cari”. Begitu adagium yang sering kita dengar. Jika kita mencari kebaikan maka kebaikanlah yang kita peroleh, dan jika yang kita cari adalah keburukan, maka jalan untuk disandingkan dengan keburukan akan diberikan dan dimudahkan juga. Bagitulah hukum alamnya. Walaupun terkadang ada kondisi-kondisi pengecualian yang menyelisihi kelaziman tersebut. Artinya, itu adalah kehendak Allah dalam menetapkan takdir untuk hambanya.

Pembicaraan saya hari ini adalah tentang perubahan-perubahan yang harus saya lakukan. Saya adalah orang yang selalu tak nyaman di dalam zona nyaman. Saya selalu mempertanyakan diri sendiri, apa ini sudah cukup saya lakukan dalam hidup? Sampai di sini sajakah pencapaian saya dalam hidup? Pencapaian ini dalam lingkup dua hal yaitu dunia dan akhirat. Saya tidak boleh merasa cukup atas kualitas diri yang ada sekarang. Saya harus meningkatkannya menjadi lebih baik. Termasuk keberadaan saya dalam sebuah lingkungan. Jika lingkungan itu membuat diri kita semakin buruk, maka waktunya berpindah karena memperbaiki ternyata justru dihalangi.

Kata teman saya, kita tidak boleh menyia-nyiakan potensi diri sendiri dengan mengorbankan diri dalam kesia-siaan dan membiarkan diri menjadi tumpul. Ya, menumpul adalah hal terburuk dalam hidup kita. Tajamkan terus potensimu untuk dunia dan akhirat, maka tak akan ada yang sia-sia.

“Kamu harus tega!” Begitu kata temanku. Tega keluar dari zona nyaman yang mengerdilkan diri sendiri. Ya, ini kata-kata lecutan yang cukup membekas kuat. Selama ini saya tidak tega menjadi orang yang hanya memikirkan diri saya saja. Akan tetapi, sebenarnya apa kiprah saya benar-benar dimanfaatkan oleh berbagai lini di lingkungan tempat saya berada? Tidak. Bahkan saya hanya bisa mengubah dan mempengaruhi satu lini saja, itu pun tidak diberikan sepenuhnya.

Yup, cukup! Sekarang berhentilah! Ambil langkah baru, dan mulai menata apa yang telah lama diabaikan. Bergerak menjadi diri baru yang nanti tidak akan disesali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s