Drama is Life

Drama itu selalu menarik. Gak ada drama pasti datar-datar saja. Itulah sebabnya dalam cerita fiksi unsur drama punya peranan penting memainkan emosi pembacanya. Begitu juga dengan film. Bahkan hidup pun gak lepas dari drama. Saya tidak terlalu sering nonton film, tapi suka beberapa genre film. Yang paling saya suka adalah film bergenre drama dan sejarah. Itu terasa sekali hidup ceritanya.

Kali ini ada yang berbeda. Adik saya tiba-tiba mengajak saya nonton film Avengers, tipikal film action fantasi. Saya tak terlalu suka fiksi fantasi, tapi karena diajak ya sudah ikut aja. Rupanya Avengers Infinity War cukup menarik perhatian saya. Kenapa? Karena ceritanya jadi mendadak drama. Kisah Thanos dan putri angkatnya Gamora cukup mengusik emosi. Walaupun saya melihat drama cinta ayah-anak ini penuh kepalsuan. Thanos rela menukar Gamora dengan sebuah infinity stone. Yang menarik adalah syarat yang harus dipenuhi Thanos. Dia diminta untuk mengorban nyawa orang yang paling dicintainya untuk ditukar dengan batu itu. Tentu saja Gamora tersenyum sinis karena dia tahu Thanos tak pernah punya cinta dalam dirinya, bahkan untuk Gamora putri angkatnya. Tapi, apa yang terjadi? Tiba-tiba Thanos menangis dan dan memperlihatkan rasa cinta yang dimilikinya. Untuk siapa? Ternyata cintanya adalah Gamora. Aneh memang. Kok bisa-bisanya cinta tulus ditukar dengan batu yang menjadi obsesi buta. Lebih aneh lagi ketika rasa cinta Thanos yang terlihat tak mencintai itu berhasil ditukar dengan infinity stone. Is it love when you sacrifice it for another precious love?

Ah, tapi kemudian saya sadar. Bukankah cinta punya tingkatan dan kadar. Bahkan, Nabi Ibrahim rela mengorbankan anaknya Nabi Ismail untuk dikorbankan pada Allah. Ada cinta di atas cinta. Bukannya tak cinta pada Ismail, tapi cinta pada Allah menempati tingkat tertinggi bagi Nabi Ibrahim. Ok, Thanos. Now I got it. Akan tetapi, di akhir cerita justru Thanos mengalami kegalauan setelah berhasil mendapatkan seluruh infinity stones. Perasaannya terusik setelah apa yang dilakukannya pada Gamora. Sebuah ilusi muncul dalam pandangannya seolah Gamora kecil mempertanyakan apakah yang sudah dicapai Thanos adalah kebahagiaan dan kepuasan tertinggi baginya. Thanos merenung. Yaaaak, this is the drama! Kalau gak gini gak akan seru yang namanya kehidupan. Mendadak baper melihat Thanos di akhir film Avengers Infinity War ini. Tampaknya masih akan ada sekuelnya. Tapi saya gak terlalu ngebet nonton. Udah ketebak aja sih ceritanya. Pasti Thanos mau mengembalikan kehidupan Gamora. Cinta itu kekuatannya luar biasa saudara-saudara haha, jika tak membutakan ya meluluhkan. đŸ˜„

Jadi, jika hidupnya banyak drama dan ujian bersyukurlah akan ada sekuel baru dalam hidupmu yang akan terjadi. Apa jadinya jika datar-datar saja. Semangat tak ada, perjuangan tak ada, apalagi cita-cita. Semua rutinitas membosankan. Kau tak punya sesuatu yang berharga untuk dihebohkan. Maka, jangan baper dikasih ujian sama Allah. Kalau tak begitu, mana kau tahu cintamu sebesar apa pada Allah. Ya kan? Allah ingin menunjukkan apa yang lebih kau pilih dalam hidup ini sebagai prioritas. Biar kita tau diri sebesar apa cinta kita pada Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s