Poems

Cinta yang Penuh

Bahkan untuk mencintaiMu ya Rabb, butuh usaha lebih keras. MencintaiMu selalu menuntut bukti kesungguhan. Bukan sekadar mencintai untuk mendapatkan keinginan duniawi semata. Sungguh, aku ingin mencintaiMu tulus bukan karena ada sesuatu yang kupinta dariMu. Cinta ini meminta keikhlasan yang tinggi dan pengakuan diri yang mendalam bahwa memang aku tak bisa hidup tanpaMu.

Ya Rahman ya Rahiim, Allah Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi. Dalam nama indahMu, Engkau adalah pemilik tertinggi cinta. Bagaimana mungkin aku akan menyerahkan cinta yang tak penuh kepadaMu? Justru aku yang tak tau diri jadinya.

Ya Aziz ya Kabiir, keperkasaan dan kebesaranMu melingkupi segalanya. Aku punya apa? Dan masih saja diri ini tak seutuhnya berserah diri kepadaMu. Masih saja taat ini tak sempurna.

Ya Shamad, kepada siapa lagi aku akan bergantung jika tidak kepadaMu? Semua selainMu adalah kefanaan. Hanya Engkau yang kekal, berdiri sendiri, dan meliputi segalanya.

Ya Ghaffur ya ‘Afuw ya Thawwab, aku selalu meminta ampunan dan maaf berkali-kali dan bertobat tak henti-henti. Karena sebanyak apa pun itu, tak akan pernah cukup. Pada akhirnya, RahmatMu lah yang mencukupi dan memenuhi segalanya.

MencintaiMu sangat berat, tapi aku sangat mau. Bahkan tak mengapa jika harus jatuh bangun. Aku ingin sampai pada maqam cinta yang tertinggi itu. Aku ingin sampai pada kesadaran penuh bahwa cara mencintaiMu berbeda dengan mencintai makhlukMu.

Ya Rabbi, masih saja terasa tabir itu. Kenapa jarak kita selalu bergeser jauh dan dekat? Tak pernah tetap saja dalam kedekatan. Hal itu membuatku sadar jika aku harus terus berjuang agar kita dekat. MencintaiMu adalah usaha dan kerja setiap saat, tak cukup sekali atau beberapa kali. CintaMu menuntut segalanya dariku. Kau ingin diriku untukMu. Jika tidak, Kau akan cemburu. Ya Rabb, bukankah cinta hebatMu seharusnya aku syukuri. Siapa yang bisa mencintai diriku sehebat diriMu? Engkau bisa memberi melebihi dari apa yang kuminta dan butuhkan. Bahkan ya Rabbi, ridhoMu adalah yang tertinggi dari segalanya. Bukankah Engkau pencinta sejati itu?

Hasbiyallah… Hasbiyallah. Hasbiyallah wani’malwakiil, ni’malmaula wani’mannashiir.

Advertisements

Menghapus Kesedihan

Kau pernah tahu tentang orang-orang yang berusaha menghapus kesedihannya dengan menghamburkan uang?

Dia pergi ke sudut kafe mahal meminta pesanan pada pelayan. Kemudian makan dan minum menelan airmatanya.

Sedikit kesedihan itu menguap digantikan lezatnya makanan dan nikmatnya minuman.

Selepas membayar tagihan dan berjalan pulang. Dia kembali ke kamarnya yang membawa aroma kesedihan yang sama.

Orang-orang yang menghapus kesedihan dengan menghamburkan uang.